Stok Melimpah, Harga Pangan di Tarakan Stabil Jelang Ramadan

Minggu, 15 Februari 2026 | 10:40:06 WIB
Stok Melimpah, Harga Pangan di Tarakan Stabil Jelang Ramadan

JAKARTA - Menjelang momentum besar keagamaan yakni Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga pangan di Kota Tarakan tampaknya mulai mereda. Kepastian ini muncul setelah intervensi dan pemantauan langsung yang dilakukan oleh otoritas setempat ke pusat-pusat perdagangan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga rantai pasok tetap lancar guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan musiman.

Ketersediaan barang yang melimpah di tingkat distributor dan pedagang eceran menjadi kunci utama terkendalinya inflasi di wilayah tersebut. Dengan koordinasi yang solid antar instansi, Kota Tarakan berupaya menciptakan iklim pasar yang kondusif, sehingga warga dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa bayang-bayang kenaikan harga kebutuhan dasar yang ekstrem.

Hasil Inspeksi TPID di Pasar Gusher dan Distributor Utama

Langkah proaktif diambil oleh Pemerintah Kota Tarakan melalui kegiatan pemantauan lapangan. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan turun langsung menyisir Pasar Gusher serta sejumlah distributor pada Rabu. Hasil dari inspeksi mendadak ini menunjukkan indikator yang sangat positif bagi perekonomian rumah tangga di Tarakan.

Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di Tarakan, jelang Ramadan 1447 Hijriah dan Imlek stabil. Stok sembako juga tercukupi. Fakta di lapangan ini menepis isu kelangkaan barang yang biasanya kerap muncul menjelang hari raya besar.

Tren Penurunan Harga pada Komoditas Hortikultura

Hal yang menarik dari hasil pantauan pekan ini adalah adanya tren deflasi pada beberapa komoditas dapur. Wali Kota mengklaim beberapa komoditi justru mengalami penurunan harga. Seperti cabai rawit, bawang putih, sayur-sayuran hingga ikan. Kondisi ini dinilai cukup jarang terjadi mengingat tingginya permintaan pasar pada periode seperti sekarang.

"Dari depan sampai ke belakang rata-rata harga stabil. Beberapa harga hasil evaluasi kami di awal minggu kemarin, seperti cabai rawit dan lain-lain, sekarang pantauan kita di lapangan justru turun," ujar Khairul kepada awak media usai pemantauan.

Terkendalinya harga, menurut mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini, karena tercukupinya stok kebutuhan pokok. Dengan ketersediaan yang aman, diharapkan kondisi stabil ini hingga menjelang Idulfitri. Khairul juga secara tegas menghimbau masyarakat tidak panic buying dengan memborong kebutuhan pokok secara berlebihan, karena pasokan dipastikan aman.

Realita Lapangan dari Sudut Pandang Pedagang

Senada dengan temuan pemerintah, para pelaku usaha di pasar tradisional juga merasakan atmosfer perdagangan yang stabil. Ana, salah satu pedagang di Pasar Gusher, membenarkan bahwa sebagian besar komoditi tidak mengalami kenaikan harga yang memberatkan pembeli. Meskipun ada fluktuasi, namun angkanya dinilai masih dalam batas kewajaran perdagangan harian.

"Stabil saja semuanya. Cabai Rp70-an ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu atau Rp60 ribu, begitu-begitu saja. Bawang putih Rp35 ribu, bawang merah Rp40 ribu. Harganya turun beda Rp5 ribu. Lombok keriting Rp40 ribu, ini stabil saja," tutur Ana saat menjelaskan detail harga dagangannya.

Namun, Ana memberikan catatan khusus pada satu komoditas yang saat ini mengalami anomali harga akibat keterbatasan suplai dari daerah penghasil. Kenaikan signifikan hanya terjadi pada mentimun karena stok lagi kosong.

"Yang mahal sekarang cuma timun dari Rp200 ribu perkarung jadi Rp500 ribu atau Rp600 ribu per karung kalau eceran Rp 10.000 dari 2000-an karena barangnya lagi kosong," tambah Ana.

Optimisme Ketahanan Pangan Menuju Idulfitri

Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen untuk terus memelototi pergerakan harga setiap harinya melalui TPID. Sinergi antara pemerintah dan pedagang diharapkan tetap terjaga agar distribusi barang dari luar daerah tidak menemui kendala logistik. Dengan harga yang terjaga pada angka Rp35.000 untuk bawang putih dan Rp40.000 untuk bawang merah, daya beli warga Tarakan diprediksi akan tetap stabil hingga puncaknya pada perayaan Idulfitri nanti.

Ketahanan pangan di Tarakan saat ini menjadi bukti bahwa pengawasan yang intensif mampu meredam spekulasi pasar. Masyarakat kini dapat fokus pada persiapan ibadah Ramadan dan perayaan Imlek dengan kepastian bahwa stok pangan tersedia dan harga relatif terjangkau.

Terkini